Guru... Part 1
Guru bahasa Inggris....
Feb... Feb...
Terkejut ku ketika Maya memanggilku dan membuyarkan lamunanku...
Apa yang aku fikirkan??
Mantan yang gak layak berhak hadir dalam dasar syaraf otakku!!!
Mantan yang pencitraan alimnya seolah habib namun fakta kelakuannya nggak lebih manusia munafik...
Namun ya sudahlah....
Hari ini ada mata pelajaran bahasa Inggris yang akan digantikan sementara oleh guru pengganti..
Bu Diana baru saja menetaskan baby boy nya senin lalu..
Dan well bagaimana wujud guru pengganti kali ini??
Muncullah seorang wanita setengah tua dengan postur tinggi besar dengan rambut gelombang yang diwarnai blonde...
Aku berbisik pada Maya...
"Ini guru atau barongan pengangkat Reog???"
Dan gebleknya si Maya dasarnya hobi ngakak tertawa, dan ia tak mampu menahan tawanya,...
Lalu ku bekap mulut Maya dengan tanganku...
"Hey kamu!!! Apa yang sedang kamu tertawakan?"
Aku dan Maya serentak menjadi diam...
Dan guru itu memperkenalkan dirinya, namanya Bu Flora (Pasti adiknya namanya Fauna)
Dan jam pelajaran pun berjalan dengan tatapan matanya yang sinis hanya ketika ia memandangku dan Maya...
(Nggak lama jatuh Cinta ibu ini)
Dan gaya mengajar beliau agak sedikit arogan, ketika siswa atau siswi diberikan pertanyaan dan tidak bisa menjawab, beliau selalu menjudge pertanyaan APA YANG KALIAN PELAJARI SELAMA INI???
Dan geramku ketika ia membentak Lidya teman sekelasku hanya lantaran ia tak mengerti tentang Grammar...
Dan spontan dengan lantang aku pun bersuara...
"Bu...siswa nggak bisa itu wajar bu, kami disekolahkan untuk belajar agar menjadi pintar oleh orangtua kami, bukan dibentak seperti ini bu"
"Ada masalah dengan saya? Tidak suka cara saya mengajar? Silahkan keluar dari kelas!!!" jawab ketusnya...
Tanpa berfikir panjang kumasukkan peralatan tulisku kedalam tas dan angkat kaki dari kelas....
Maya hanya diam tanpa berkomentar apa-apa...
Dan aku pergi menuju kantin, kebetulan pagi ini perutku belum ku isi apapun...
Yah memiliki ibu dirumah yang jarang stay, lantaran sibuk mencari rejeki untuk ku dan abangku...
Aku pun memesan semangkuk mie ayam dan teh hangat...
Baru lah teh hangat ku diantarkan, Maya pun muncul dari belakangku...
Me : Lah loe kenapa ikut kesini May?
Maya : Guru itu bilang yang lain semeja berdua dengan temannya sedangkan kamu sendiri, saya masih kesal karena ketika saya masuk kelas tadi kamu menertawakan saya, dan sekarang juga keluar kamu dari mata pelajaran saya...
Me : Bah ada yak marah kesal di delay?
Maya : Biarlah Feb, sepertinya juga sekelas tak ada yang suka dengan guru baru ini...
Bel istirahat pun berdentang.....
Dan kami pun kembali ke kelas karena selepas istirahat nanti giliran mata pelajaran Matematika...
Sesampainya dikelas Bapak penjaga sekolah menghampiri kelas kami dan menyampaikan informasi bahwa aku dan Maya dipanggil ke ruang BK...
Beghhh bimbingan konseling dong...
Gercep kali itu bibir cupang membuat laporan...
Aku dan Maya pun pergi menuju ruang BK...
Dan ketika perjalan menuju ruang BK kami bertemu dengan Bu Flora dan petugas Tata Usaha yang tiada lain tiada bukan ternyata suaminya..
Dan mereka memandang kami tanpa berkedip dengan pandangan sayu tajam mereka...
Dan tiba lah kami di ruang BK...
Dan ternyata kami masuk bergantian, dan giliran pertama adalah Maya...
Sedangkan aku duduk didepan pada kursi kayu panjang, sembari ku membaca novel yang baru aku pinjam ke sepupuku semalam...
Novel tentang Move On..
Shame On You Febby!!
Setengah jam berlalu dan Maya pun keluar dari ruangan dengan mata bengkak, dasar cengeng neh bocah....
Dan bergantian, aku masuk sedangkan Maya menunggu...
Dan alhasil dugaanku benar, Cupang itu melapor aksi kami hari ini...
Guru BK mengoceh panjang kali lebar kali tinggi dan fix itulah rumus volume Balok...
Pilih kasih memang guru BK satu ini, Maya masuk setengah jam dah out, lah giliranku sejam lebih cuy....
Dan setelah panas kuping mendengarkan, aku pun keluar dari ruangan tersebut...
Namun ketika aku keluar tak nampak Maya kulihat...
Kupret neh Maya di tinggalnya aku...
Aku fikir mungkin Maya kembali ke kelas...
Bergegas menuju kelas dan lagi lagi lagi aku berjumpa pasangan cupang itu....
Namun ku angkat dagu dan seolah-olah tak melihat keberadaan mereka...
Sesampainya dikelas tak juga kulihat Maya, kemana dia??
Dan sampai jam pulang sekolah Maya juga tak menampakkan diri...
Ku chat Maya via Whatsapp, namun centang satu...
Ku call no aktivnya, terhubung namun tak diangkat...
Kucoba berulang-ulang dan pada panggilan ke 4 diangkat...
Dan ternyata yang mengangkat telpon bukan Maya, namun Bapak penjaga sekolah yang menemukan Hp nya di dalam toilet sekolah lantaran berdering panggilan telpon...
Aku pun menghampiri Bapak penjaga dan mengambil Hp Maya...
Kemana Maya??
Ku masih menunggu kemunculan Maya dengan menunggu didepan perpustakaan, satu-satunya jalan menuju gerbang sekolah....
Tiba-tiba melintas suami Bu Flora...
Dan aku pun tetap cuek...
Namun entah mengapa ada satu pemandangan ganjil saat suaminya melintas, mengapa suaminya membawa koper besar??
Entah mengapa dalam otakku berfikir bahwa mereka telah berlaku jahat pada Maya...
Aku pun coba membuntuti suaminya...
Berlari ku ke arah parkiran dan mengambil motorku...
Kulihat dari jauh suaminya mengendarai sedan civic berwana abu-abu...
Ku ikuti suaminya...
Hingga akhirnya tiba pada suatu rumah berpagar hitam dan aku pun bersembunyi dibalik rumpun semak bambu disebelah rumahnya...
Ku lancangkan diri memasuki halaman rumah itu...
Dan mengapa ia sendiri??
Kemana Bu Flora?
Dan ku intip jendela ruang tamu dan Damn!!!!!
Suaminya membuka koper di ruang tamu dan ternyata isinya potongan tubuh manusia...
Allahu Akbar!!!
Namun ketika nampak kepala terpotong dan itu ternyata kepala Bapak penjaga sekolah!!!
Jantungku pun berdebar hebat bahkan tubuhku gemetaran...
Aku tak mampu berteriak... Aku terlalu ketakutan!!!
Aku pun mengendap dan berlari menuju motorku...
AKU HARUS KEMBALI KE SEKOLAH!!!
Mataku terbelalak tumpah tangis selama diperjalanan menuju sekolah...
Maya.... Maya... Maya...
Sesampainya disekolah suasana sangat lah sepi, dan penjaga kantin pun telah pulang ke rumah mereka masing-masing....
Aku pun bergegas menuju toilet sekolah...
Ada 4 kamar kecil pada toilet khusus perempuan...
Dan ketiga kamar kecil pintu terbuka...
Dan satu kamar kecil pintunya tertutup...
Sungguh jelek pikiranku senja itu..
Ku beranikan diri membuka pintu itu..
Dan apa yang kudapati??
Maya duduk diatas toilet dengan posisi tubuh tertekuk...
Dengan luka sayatan pada bagian bibir dan dengan jahitan sehingga nampak terlihat seperti Joker...
Dan ketika aku panik aku tak bisa berteriak...
Aku hanya menarik nafas panjang dan meledak tangis sembari memanggil namanya tanpa mengeluarkan suara...
Mayaaaaaaaaaaa
Dan tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutku dari belakang.... Merangkul tubuhku erat sembari berbisik...
"Tukang tertawa mati pun masih tertawa, dan si Ketus tiba giliran"
Dan suara ini adalah suara Bu Flora!!!!
Mataku terbelakak saat sebilah pisau menggorok leherku...
May... May.... May...
We are die....
Komentar
Posting Komentar